Hari ini begitu panas *2 November 2009
Cuaca panas, mentari bersinar dengan teriknya disertai awan kecil putih menyelimmuti langit Jakarta siang itu *2 November 2009 pukul 13.00 wib. Siang itu angin berhembus cukup kencang membawa debu-debu, plastik, bekas koran dan aneka sampah lainnya. Debu-debu ini terbang bahkan masuk ke dalam rumah melalui celah-celah kecil. Debu-debu ini berasal dari tanah yang kering akibat tidak terjadinya hujan pada minggu-minggu ini di Jakarta. Bila kita tidak waspada, mungkin saja debu-debu ini membawa sumber penyakit yang akan menganggu kesehatan tubuh kita. Dalam situasi cuaca seperti ini, marilah kita menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita.
Cuaca panas seakan menjadi sesuatu hal yang lumrah terjadi dan biasa saja bahkan perlu terjadi seperti semakin memanasnya suhu berita di berbagai media akhir-akhir ini tentang semut, cicak, ayam bahkan buaya hingga gajahpun meramaikan hiruk pikuk berita media. Pohon dan area hijau yang semakin terbatas di kota Jakarta tidak menyurtkan pembangunan gedung-gedung bertingkat. Seakan mereka berlomba-lomba membangun dan beradu pencakar langit mana yang lebih tinggi yang mereka banggakan. Padahal itu semua memakan habis sumber-sumber oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup untuk bernafas.
Panasnya bumi, panasnya berbagai aspek kehidupan di negeri ini. Seperti kisah seorang penjual tahu gejrot di bawah ini :
“Lelaki setengah baya itu mengangkat barang dagangannya berupa tahu gejrot untuk dibawa keliling menyusuri gang-gang sempit kota Jakarta. Setibanya di lampu merah untuk menyeberang, baru 6 langkah lelaki setengah baya ini harus berhenti sejenak di tengah jalan karena motor-motor yang belok kiri masih tetap jalan terus tidak memberi kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang, padahal di sampingnya ada banyak motor dan mobil menunggu lampu hijau. Suara klakson motor dan mobil semakin membawa hawa panas bumi ini dan hati penjual tahu gejrot ini. Sudah sangat berat mengangkat barang dagangannya , masih juga harus bergelut dengan asap-asap knalpot kendaraan bermotor yang melaju di jalananan ibu kota siang itu” Semoga lancar dan barokah ya pak barang dagangannya, amien. Seru hatiku.
Ini hanya sebuah tulisan yang saya sambung-sambung dari sebuah kejadian yang saya lihat dan saya alami. Jika tidak berkenan dan banyak kesalahan kiranya kritik dan saran sangat saya harapkan. (insanfm@yahoo.com)

