Archive for August, 2009

BULAN RAMADHAN 1430 H tiba..!

Posted in Uncategorized with tags on August 22, 2009 by insanfm

BULAN RAMADHAN 1430 H tiba..! 22082009/03.35

Jumat 21 Agustus 2009 merupakan hari pertama umat muslim di Indonesia menjalankan sholat tarawih pada malam pertama untuk kemudian menjalankan puasa pada ke esokan harinya 22 Agustus 2009. Malam pertama bulan Ramadhan aku harus sholat isya’ dan tarawih sendiri, karena pekerjaan di kantor baru selesai pukul 20.00 sehingga sholat isya’ dan tarawih berjamaah di masjid kompleks kantorku terlewatkan.

Sedih rasanya tidak bisa sholat jamaah di masjid malam tadi, namun demi tugas semoga Alloh subhanu wa ta’ala memaafkanku dan selalu membimbingku hari demi hari untuk selalu mengingat Nya , amien. Akhirnya aku harus sholat isya’ dan tarawih sendiri, empat rakaat 2 kali. Ashadu ala ila ha il Alloh astaqfiru Alloh as alukal jan nata wa aqudubika minanar, Allohuma in naka ‘afun tuqibul ‘afa faq fu anin. Berdoa diantara 4 rakaat atau 2 rakaat sholat tarawih , kemudian dilanjutkan dengan membaca Al-quran. Aku berusaha semoga hari pertama Ramadhan bisa selesai satu juz dan hari-hari selanjutnya, amien ya rab bal ‘alamien.

Pukul 03.00 sabtu 22 Agustus 2009 akupun bangun untuk kemudian mengambil air wudhu, dua rakaat sholat lail dan tiga rakaat sholat witir sebagai penutup sholat hari ini. Selesai sholat kemudian berniat untuk puasa esok hari lalu makan sahur seadanya dan minum air putih yang cukup sambil mendengarkan Trijaya fm Jogjakarta tentang bincang-bincang Ramadhan yang insya Alloh menambah ilmu agama bagiku , amien. Selamat berpuasa 1430 H , mohon maaf lahir dan bathin.

CJ Citizen jurnalism dan HUT RI ke 64

Posted in Uncategorized with tags on August 21, 2009 by insanfm

CJ Citizen jurnalism, and next VJ

Minggu 16 Agustus 2009 pukul 16.00 wib di daerah tempat tinggalku di Rt 04/09 kelurahan Kebayoran lama selatan Jakarta selatan diadakan perlombaan HUT RI ke 64 Indonesia. Berbagai perlombaanpun diadakan untuk memeriahkan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Perlombaan dimulai pukul 15.00 wib dengan lomba memindahkan lalat ke dalam botol oleh para ibu-ibu. Sementara itu pada pukul 16.00 giliran anak-anak yang bertanding.

Anak-anak merangkak di atas terpal yang dibayur dengan air sabun sehingga licin untuk mengambil bendera Merah putih. Melihat anak-anak yang bersemangat untuk satu tujuan mengambil Merah putih, akhirnya tanganku beraksi untuk mengambil gambar perlombaan ini, setelah dari tadi tanganku memegang handycam tanpa aktifitas. Pergerakan anak-anak yang sangat semangat dan lucu tak luput dari bidikan handycamku. Seakan kameraku menambah semangat anak-anak ini untuk bertanding. Semangat anak-anak inimembuatku teringat dengan cerita sejarah dimana pada masa penjajahan saat itu ada seorang pejuang yang berusaha merobek warna biru bendera Belanda disebuah hotel di Surabaya sehingga menjadi bendera Indonesia Merah putih. Dari perlombaan inipun anak-anak ini sebagai generasi penerus bangsa bisa belajar untuk menegakkan Merah putih sepanjang masa.

Akhirnya pada senin 17 Agustus 2009 aku berusaha mengupload video karyaku di situs Iwitness Metro Tv di http://metrotvnews.com/iwitness juga di ziddu.com dan youtube.com untuk share ke crews iwitness Metro Tv yaitu mbak Dessy. Saat membuka Facebook dan membaca wall dari mbak Wattie akhirnya aku forward ke email ditta yang juga crew Iwitness.
Selasa 18 Agustus 2009 sebuah sms yang menyuruhku untuk mengantar sendiri kaset miniDV datang, dan aku balas mungkin nanti sore jam 15.00 aku akan datang ke Metro tv. Namun akhirnya aku putusku untuk membatalkan tidak mengantar kaset miniDV ku tentang Mengapai Merah putih, karena seharian kecapekan dan juga kangen dengan anak istri di rumah. Pukul 17.55 akupun sampai di rumah mandi kemudiah sholat maghrib. Setelah itu barulah untuk tidur karena kecapekan seharian dikantor ada kegiatan hari konstitusi dan hut MPR ke 64 yang dihadiri Presiden dan Wapres, namun tiba-tiba telpon yang tak terjawab cukup banyak sesaat setelah aku terbangun dari tidur sekitar pukul 19.15 wib.

Sebuah sms yang menyuruhku untuk datang ke studio Metro tv malam itu juga akhirnya aku baca, kemudian telpon dari mbak Dessypun menyusul agar mas Akhid datang. Ada pak Freddy yang lagi on the way dan mas Akhid naik taksi saja ke Metro tv nya seru mbak Dessy dalam telponnya ke aku selasa 18 Agustus 2009 pukul 19.20 wib. Pukul 19.30 aku on the way dengan taksi Morage yang juga masuk Blue bird group.

Pukul 20.10 sampalah di kompleks Media group di Kedoya, walau dengan sekali bertanya pak sopir taksi kepada warga tentang jalan menuju MetroTv. Makan lontong + sate Madura menu makananku sesampainya di Media group yang saat itu sedang berlangsung panggung Kemerdekaan untuk memeriahkan HUT RI ke 64. Bertemu mbak Dessy dan memberikan kaset miniDV, mbak Wattie dan pak fredy sesama CJ citizens jurnalism di Metro tv. Sehabis makan sate akhirnya dilanjutkan dengan sesi wawancara mengenai video yang aku kirim. Tanganku mulai megangin kaos sebagai tanda aku grogi di depan kamera, inilah hal yang paling aku benci dalam diriku , entah penakut, mental yang tidak siap dan tidak biasa di depan orang banyak. Namun akhirnya selesai juga wawancaraku menjawab pertanyaan yang dilontarkan mbak Wattie, Alhamdulillah hi rab bil ‘alamien.
Selesailah kewajibanku malam itu dan kemudian turun ke lobby menunggu mobil Metro tv yang akan membawaku pulang ke kontrakan. Sambil menunggu akupun menyempatkan diri berfoto bareng dengan mbak Wattie dan mbak Dessy sebagai kenangan.

Hari kamis 20 Agustus 2009 pukul 11.05 sehabis headline news akhirnya tayangan Iwitness yang menayangkan video kirimanku dan hasil wawancara malam itu ditayangkan di Metro tv. Budheku yang saat itu ikut nonton bareng denganku terus memberi support agar aku terus berkarya. Indrawadi dari Padang yang juga sesama CJ menelponku dan mengucapkan selamat sudah memakai baju Metro tv dan pengambilan gambar is ok…katanya. Dipenghujung acara ternyata video kiriman Akhid roviyanto menjadin “The best picture” SELAMAT ya… Kata host Indah kirani pembawa acara Iwitness Metro tv. Sayang aku tidak sempat merekam tayangan Iwitness kali ini. Semoga aku bisa menjadi CJ Citizens jurnalism yang ulung dan terus belajar, amien. Thanks Alloh Subhanahu wa ta’ala.

MENGAPAI MERAH PUTIH

Posted in Uncategorized with tags on August 17, 2009 by insanfm

MENGAPAI MERAH PUTIH
Inilah suasana kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke 64 di kawasan Rt 04/09 Kebayoran lama selatan Jakarta selatan. Gambar saya ambil pada hari minggu 16 Agustus 2009 pukul 16.30 wib. Anak-anak ini berusaha mengapai MERAH PUTIH dengan rintangan harus merayap di atas terpal yang dibayur dengan air detergen agar licin. Anak-anak ini sangat semangat berlomba untuk mengambil bendera MERAH PUTIH. Siapa yang paling dahulu mengambil MERAH PUTIH dengan merayap maka dialah pemenangnya. Inilah wujud betapa semangatnya para pejuang kemerdekaan untuk mempertahankan MERAH PUTIH saat itu. Dari sinilah anak-anak ini bisa belajar dari sejarah untuk tetap semangat mempertahankan MERAH PUTIH hari ini dan masa datang. MERDEKA..!

Taken video at August 16, 2009 in Rt 04/09 Kel. Kebayoran lama selatan Kec. Kebayoran lama Jakarta selatan by Akhid roviyanto.

From Jakarta to Jogjakarta

Posted in Uncategorized with tags on August 8, 2009 by insanfm

From Jakarta to Jogjakarta

Hari ini Jumat 7 Agustus 2009 pukul 05.30 Aku, istri dan babyku pergi ke Jogjakarta, selain untuk berlibur menjenguk simbah Jogja juga untuk menghadiri pernikahan mbakku. Keberangkatanku hari ini melalui sebuah proses yang panjang dari rencana sebelumnya akan ke Jogja hari Sabtu 8 Agustus 2009. Pukul 03.55 aku bangun untuk mempersiapkan segala sesuatu. Tiba-tiba pukul o4.40 air dalam bak habis dan kran airpun mati, mau membangunkan ibu kost tidak enak karena habis melahirkan bayi. Namun akhirnya kita nekat pukul 05.10 meminta ibu kost untuk menghidupkan air. Istri, Ayuk dan akupun akhirnya mandi dengan sedikit tergesa-gesa karena pukul 05.30 kita harus on the way menuju stasiun. Akhirnya pukul 05.35 Ayuk naik 86 menuju permata hijau dilanjutkan menuju Merak Banten, sementara Aku, istri dan anakku naik 86 menuju Slipi, P6 menuju Uki Cawang, 06A menuju St.Jatinegara.

Pukul 06.45 akhirnya kami sampai di St.Jatinegara, namun kereta Fajar utama Jogjakarta ternyata sudah lewat.Sebagai alternatif kamipun membeli karcis kereta bisnis Sawunggaluh II Jakarta-Kutoarjo. Kamipun harus menunggu kedatangan kereta dari pukul 07.00 hingga pukul 08.45 wib. Dalam kami menunggu kami bertemu seorang bapak yang berasal dari Banten yang akan menuju ITB Bandung dengan kereta Parahyangan yang berangkat pukul 08.40 wib. Bapak itu dengan panjang lebar memberikan ilmu agama kepada kami sebagai pasangan suami istri, juga ilmu pengetahuan tentang fakultas apa yang paling menonjol di beberapa kampus terkemuka di Indonesia, mulai dari UGM, UI, ITB hingga Binus. Bapak itu merupakan seorang konsultan pembangunan rumah dan gedung, bahkan pengetahuannya yang pernah berkunjung ke Mekah, Madinah Vatikan dan beberapa negara lainnya sebagai referensi dalam dunia arsitektur. Dalam hatiku bertanya bapak yang baik dan ilmu yang banyak dia miliki baik ilmu agama maupun duniawi yang tentunya akan membawa keseimbangan hidup di dunia dan akhirat. Semoga pertemuanku yang singkat memberiku inspirasi untuk maju menuntut ilmu dan berkarya, amien.

Pukul 08.50 akhirnya kereta api Sawunggaluh II tiba di stasiun Jatinegara walau agak terlambat 20 menit dari jadwal sebenarnya. Perjalanan kereta api siang itupun kami nikmati, langit yang cerah, cuaca yang panas semakin membuat gerbong kereta gerah. Belum ditambah asap rokok penumpang kereta yang duduk di sebelahku , dengan gaya ego dan santainya menghisap asap rokok tanpa menghiraukan penumpang lainnya. Bangga ya bisa mengganggu kenyamanan penumpang lainnya dengan asap rokok, seru hatiku..!

Gerbong gerah dan panas kami nikmati hingga kawasa Cirebon, namun selebihnya cuaca cerah hawa yang dingin mengiringi kami siang itu hingga di Jogja. Rasha rovian azra tidak terlalu rewel, namun nampak raut wajah kecapekan dalam tubuhnya. Kamipun harus sabar dan berhati-hati meladeninya karena usianya baru 6 bulan. Ini adalah perjalanan Rasha untuk yang kesekian kalinya dan hal ini ternyata juga untuk melatih ketahanan tubuhnya. Dalam perjalanan terhitung 1 kali beol dan 2 kali makan dan hal komunikatifnya Rasha selalu mengajak senyum siapa saja yang dia temui, entuh anak-anak, muda-mudi maupun ibu-ibu dan bapak-bapak. Dia berusaha untuk ngoceh dan sangat senang jika diliatin gambar di koran.

Pukul 17.10 alhamdulillah akhirnya sampai juga di stasiun Kutoarjo dan selanjutnya membeli tiket Prambanan Express (PRAMEX) jurusan Kutoarjo – Jogjakarta yang berangkat pukul 17.40 wib. Sekilas kereta Pramex ini hampir mirip dengan busway, pintu yang menutup dan membuka secara otomatis dan memiliki warna dominan hijau muda. Perjalanan yang lancar karena menggunakan double trek jalur kereta Kutoarjo – Jogjakarta. Kereta ini akan berakhir di Solo.

Satu jam perjalanan, akhirnya pukul 18.35 kamipun sampai di stasiun Tugu Jogjakarta. Para penjual jasa transportpun mulai beraksi sesaat kami keluar dari stasiun. Ojek…ojek…! Becak…..becak..! Taksi..taksi..! , namun tidak ada satupun yang saya pilih, mengapa? Karena kami pengen jalan-jalan di Malioboro dulu untuk membeli baju dan celana khas Jogjakarta. Nampak para turis asing wira wiri di kawasan Malioboro ini. Senang hatiku para turis ini berkunjung ke Jogjakarta, karena secara tidak langsung perekonomian berjalan di sini. Ayo berkunjung ke Indonesia…! Jangan takut…! Setelah membeli baju kamipun berhenti sejenak untuk foto-foto. Setelah tanganku gempor karena harus membawa 3 tas berat-berat, di depan, samping kiri dan kanan. Taksipun berhenti…! Nego harga Rp.50.000,- dan akhirnya harga jadi Rp.60.000,-. Ternyata hitungan argo hanya Rp 50.000,- namun sesuai nego kami harus bayar Rp 60.000,-. Ya kami ikhlas membayar, sedikit berbagi, sebagai pengalaman dikemudian hari, semoga penuh barokah, amien. Alhamdulillah… Pukul 19.30 akhirnya sampai di rumah orang tuaku.

Next about Jakarta to Lampung

Posted in Uncategorized with tags on August 5, 2009 by insanfm

Pukul 15.00 kapal ferrypun berlabuh di pelabuhan Bakauheni, yang pada hari-hari biasa sesaat para penumpang kapal menuju terminal untuk memilih Bus ber Ac, bus ekonomi, travel, angkot Bakauheni-Kalianda dan ojek banyak calo yang menawarkan jasa bahkan semat menarik. Tentu tidak nyaman bagi para penumpang hal seperti ini. Namun saat itu Sabtu 18 Juli 2009 para calo yang menawarkan jasa angkutan ini beraksinya di luar pagar, tidak seperti biasanya yang masuk di depan pintu keluar sehingga sangat tidak membuat nyaman para penumpang. Bahkan sempat ditarik dan sedikit paksaan masuk ke bus ekonomi. Tidak seperti bus ber Ac yang memberi peluang bagi penumpang untuk memilih angkutan yang diinginkan tanpa paksaan.

Setelah memutuskan bus ber ac terkadang harus menunggu sesaat sampai bangku bus penuh, sementara ekonomi langsung berangkat namun dalam perjalanan ekonomi dengan tarif Rp 17.000,- ini selalu berhenti di sepanjang jalan bahkan harus didahului bus ac yang berangkat lebih lambat dari bus ekonomi. Bus ac Bakauheni-Rajabasa dengan tarif Rp 22.000,- ini cukup nyaman dibanding ekonomi. Sepanjang perjalanan aku melihat ada tiga mobil travel yang bertabrakan Bahkan ada yang masuk jurang. Ada juga satu kecelakaan dimana mobil kijang bersrempetan dengan truk tronton. Jalur Bakauheni-Rajabasa merupakan jalur bus dan truk-truk besar dan jalur ini tergolong jalur yang ramai. Maka berhati-hatilah dan tetap waspada dalam berkendara.

Akhirnya selama 2-3 jam perjalanan, pukul 18.00 akupun sampai di terminal Rajabasa Bandar Lampung. Syukur alhamdulillah.

====== english by google translate =====

From Jakarta to Lampung on July 18 2009 struck my 09,30 slid to our Hope to get on the Rambutan-Merak bus. As my bored medicine also bought the newspaper that at that time was very warm him discussed bomb terrorism on July 17 2009 in Kuningan Jakarta. In the trip through the Jakarta-Merak toll of the passengers was not shy about asking to be dropped off from the bus in the area that was wanted by them, in fact raised and dropped passengers at the area of the toll road off was not permitted. This happens usually tag with apparatus that operated in the Jakarta-Merak toll. An arrival not there are those that in the terminal of Pakuan Serang changed with 4 months ago, where asphalt in the area of the terminal was still visible broken and was closed the ditch that was allowed to be open mengangga and this was very dangerous the bus that passed by could slip. What was waiting to slip please this ditch hole was just closed..? I sent this in order to become the improvement recommendation of the public’s means for the related side and not to pollute the good reputation. It is hoped quick was improved, my heart.

And Saturday August 8, 2009 me, wife and my baby go to Jogjakarta.