Satu menit saja…!

Posted in Uncategorized with tags on July 8, 2009 by insanfm

Satu menit saja…!

Pukul 11.00 aku menuju TPS 12 dengan membawa map berisi KK dan KTP menghadap petugas TPS dan bertanya apakah nama saya terdaftar di DPT. Petugaspun bergegas mencarinya dan ternyata nihil, akupun disuruh melihat di papan pengumuman di pos ronda apakah ada namanya. Dan ternyata ada namaku di nomor urut 169. Akupun mencoba di TPS 13 apakah ada nama saya, dan ternyata tidak terdaftar nama saya di TPS 13. Akhirnya aku agak sedikit putus asa dan berniat tidak mau nyontreng. Sudah ke TPS 12 dan TPS 13 dengan membawa map bagaikan mau melamar pekerjaan. Aku pulang ke rumah dan tidak mau nyontreng karena aku terburu-buru ingin segera ke kantor. Mengetahui aku tidak mau nyontreng, pakdeku sedikit marah, bawa saja KK dan KTP dan daftar ke petugas. Akhirnya akupun menuruti perintah Pakdeku untuk ke TPS 12 kembali. Akupun melaporkan ke petugas bahwa nama saya ada di daftar pos ronda tetapi tidak ada di TPS 13, apakah saya bisa nyontreng ? Petugaspun bertanya nomor berapa di pos ronda? Aku jawab nomor 169, dan petugaspun cek dan ricek kembali. Ternyata ada, alhamdulillah. Akhirnya aku dipersiahkan menyontreng di TPS 12. Ya ternyata hanya cukup 1 menit masuk ke bilik, nyontreng dan memasukkan ke kotak suara. Akhirnya kelingking kananku menjadi bukti aku ikut mensukseskan PILPRES 8 Juli 2009. Pukul 12.30 akupun langsung menuju kantor, temenku yang tidak bisa nyontreng memoles kelingking kirinya dengan spidol. Sukses ya PILPRES 2009.

Aku ingin…..!

Posted in Uncategorized with tags on July 6, 2009 by insanfm

Ya setiap manusia punya keinginan. Pagi ini aku benar-benar berharap ada sesuatu yang memberi semangat kepadaku untuk menjadi seorang jurnalis tulen yanb baik. Sudah cukup lama aku diam menanti dan menanti sebuah tawaran seperti dulu lagi. Aku bagaikan hanya sebuah penantian tanpa akhir yang tidak ada ujungnya. Aku berharap sebuah jawaban akan segera nampak dalam kehidupanku, amien.

Penutupan TPR ilegal di Lampung

Posted in Uncategorized with tags on June 26, 2009 by insanfm

Penutupan TPR ilegal di Lampung

Sedikitnya 42 pos TPR yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten / Kota se- Lampung harus ditutup. Pemberlakuan ini terhitung sejak Rabu (21/1) mendatang. Dan salah satunya adalah TPR di kawasan Jalan Lintas Sumatera di Natar Lampung selatan. Nampak tidak ada kegiatan pungutan oleh pihak DLLAJ yang biasanya nampak setiap hari terjadi pungutan di pos TPR ini. Saat IJURNAL melakukan pengamatan pada hari Minggu 25 Januari 2009 pos TPR ini sudah tutup dan hanya nampak anak-anak sekitar TPR yang bermain. Saat itu juga sempat bertemu seorang sopir truk fuso yang melayani rute Jawa, Lampung hingga Palembang. Kamipun sempat wawancara dan sang sopir menyatakan sangat setuju dengan penutupan TPR ileggal ini. Menurutnya kutipan yang di ambil tiap TPR yang dia temui berbeda-beda dan bahkan sempat diminta Rp 200.000,-. Saya kira hal ini sangat ditunggu-tunggu sopir, karena kutipan tidak resmi itu sangat meresahkan para sopir.

Kambing main di terminal Merak Banten

Posted in Uncategorized with tags on June 26, 2009 by insanfm

Ya inilah pemandangan yang bisa anda lihat di Terminal Bus Pelabuhan Merak Banten.
Dimana kambing-kambing ini sedang asyik mencari makan di area terminal. Lucu ya terminal menjadi tempat mencari rumput bagi kambing-kambing ini. Apa tidak ada tempat lagi ya? bagi kambing-kambing ini mencari rumput. Mungkin kalau di kota Jakarta bisa seperti ini, karena makin berkurangnya lahan hijau. Baru kali ini aku melihat pemandangan seperti ini, tapi yang terpenting tidak mengganggu operasional terminal Merak Banten ini. Ya..sekalian bisa jadi hiburan atas keunikan in, biar tidak stress setelah dua jam berlayar dari pelabuhan Bakauheni. Gambar diambil pada 24 Januari 2009, namun saat bulann Maret 2009 Terminal Merak Banten sudah mulai ditata ulang, dimana para pedagang kaki lima yang biasanya berjejeran di jalan kecil menuju pelabuhan kini tidak nampak lagi dan dialihkan di area terminal sebelah timur menempati kios yang sudah disediakan. Semoga saja setiap pembangunan sarana umum bagi masyarakat bisa terus ditingkatkan di seluruh Indonesia. Tapi yang perlu diingat adalah “SAY NO TO CORUPTION” agar masyarakat Indonesia semakin sejahtera, amien.

Positif dan Negatif

Banyak penumpang yang mengeluhkan jauhnya terminal bus dengan pelabuhan. Namun ada juga yang patut kita acungi jempol dimana pelabuhan merak kini menggunakan sistem e-ticket bagaikan kartu pengunjung untuk memasuki kapal. Rp 10.000,- bagi penumpang kapal besar dan Rp 30.000,- untuk e-ticket kapal cepat. Tinggal tunjukkan e-ticket bisa langsung masuk ke kapal, lebih efektif dan efisien.
Dan untuk saat ini dermaga kapal cepat sudah mulai beropersai dimana pada tahun baru kemarin tidak beroperasi karena rusak dihantam ombak.

Setetes Air

Posted in Uncategorized with tags on June 25, 2009 by insanfm

Siang itu saat menuju masjid untuk melaksanakan sholat dhuhur sekitar pukul 11.20 dimana jamaah belum banyak yang datang nuraniku yang selalu memperhatikan kran air apakah ada setets air yang keluar dari kran tanpa ada orang? Dan ternyata memang waktu itu ada sekitar 5 kran dari total sekitar 20 kran yang menutupnya masih belum rapat sehingga terdengar tetesan air yang keluar dari kran tersebut. Akupun langsung mengencangkan kran-kran tersebut yang masih bocor, karena dalam hatiku aku selalu berkata bahwa setetes air ini akan bermanfaat bagi kita dikemudian hari disaat air jarang kita dapatkan. Dan nuranikupun selalu berkata bahwa ada sebagian dari masyarakat kita yang kesulitan mendapatkan air, tapi mengapa ada kran air yang menetes tanpa arti. Entah berapa air yang terbuang dari kran itu jika kita asumsikan 1 jam. Semoga hal ini bermafaat bagi kita akan pelestarian lingkungan, amien.

Kangen wawancara sebagai citizen jurnalism

Posted in Uncategorized with tags on June 24, 2009 by insanfm

Kangen wawancara sebagai citizen jurnalism

Ya selama setahun aku belajar dan menambah koleksiku sebagai citizen jurnalism di sebuah tv online di Jakarta. Pertamanya aku upload video karyaku di sebuah media share di internet. Saat itu juga ada seorang admin yang mengelola situs tersebut. Tiba-tiba emai tawaran kerja sama secara freelance pun mampir di inbokku. Saat itu juga aku balas email dan ke esok harinya pagi-pagi sekitar pukul 09.00 akupun mendatangi pengelola situs tv news on demand. Akhirnya di sinilah pengalaman jurnalistikku disalurkan lewat sentuhan sebuah handycam miniDV ku. Aku mulai belajar berkomunikasi dengan orang lain untuk memperoleh sebuah berita yang lengkap dan akurat.

Aku ingat saat wawancara dengan Paskah suseta, saat itu aku harus mengikuti dirinya yang sambil berjalan dengan dikerubutin wartawan lainnya dan ruangan yang sempit. miniDV ku harus sebisa mungkin membidik wajahnya dengan baik walau sambil berjalan. Kemudian dengan Amien rais, saat itu sehabis diskusi tentang Sumber daya alam Indonesia. Pak Amien ini dalam wawancara meladeni wartawan dengan baik tanpa harus jalan-jalan kalau memang tidak terburu-buru meninggalkan tempat acara. Kemudian Bactiar chamsah saat menjelang bulan puasa 1428 H di bundaran HI dan juga bertemu tokoj-tokoh lainnya saat diskusi interaktif Polemik Trijaya fm di Warung daun Jakarta selatan. Aku merindukan itu semua, karena sudah sejak Maret 2009 hingga saat ini aku vakum mencari news.

Sebenarnya hati ini enak sekali bisa berbagi berita tulisan, foto maupun video baik broadcasting maupun online. Tapi terkadang mood dalam mengirim itu timbul tengelam dan saatnya ditata kembali agar aktif lagi berbagi kebenaran yang positif. Karena setiap warga berhak mendapatkan kabar untuk konsumsi publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Aku rindu sekali itu yang pernah aku lakukan beberapa waktu yang lalu. Kedaulatan rakyat 1995, Tabloid MQ 2003, Republika 2007, Metro tv 2008, Kompas tv 2008, Detik foto 2009, CNN 2009 dan beberapa media lainya yang pernah aku sambangi sebagai sarana untuk menyampaikan pendapat ide dan gagasan dalam pikiran ini yang positif untuk masyarakat umum. Dengan share ke CNNI setidaknya aku bisa berbagi kepada dunia tentang Indonesia dan melatih bahasa ingrisku yang masih bletotan tidak karuan. PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK YANG HARUS KITA RENUNGKAN UNTUK MELANGKAH MENITI MASA DEPAN. Terima kasih Alloh atas nafas dan fikiran yang telah engkau berikan kepadaku. Buat istri dan babyku, sabar ya semoga Alloh lekas memberi jawaban kepada kehidupan kita. Thank’s my father, mother, brother, sister and family. Good luck and get fun now and forever, amien.

Menyusuri mencari rizky

Posted in Uncategorized with tags on June 22, 2009 by insanfm

Menyusuri mencari rizky *sebut saja pak jun, mulai pukul 05.30 pak jun ini mulai mengendong keranjang pengumpul sampah keliling rumah di tempat tinggalku. Aku bersyukur bisa berbagi dengannya walau sedikit…! Good luck.
Ya dari depan rumah sesaat keluar akan berangkat bekerja tiba-tiba muncul lelaki setengah baya yang sedang mengambil botol bekas minuman mineral yang kemudian dimasukkan ke keranjang yang digendongnya. Sepanjang aku melangkah aku memperhatikan langkah pak jun itu sambil melirik dan merasakan hatiku jikalau aku harus mengumpulkan sampah seperti pak jun. Ya aku tahu bahwa setiap langkah umat manusia di dunia ini selalu dalam pengawasan-Nya, maafkan aku ya Alloh. Langkah pak jun menyusuri rumah ke rumah dari pagi hingga sore merupakan sebuah perjuangan hidup. Tidak ada kata putus asa atau bahkan menyerah untuk menjalani hidup ini, karena setiap manusia telah memiliki jalan hidup sendiri-sendiri yang harus dijalani di dunia ini hingga kita meninggal nanti. Aku berharap bisa memetik semua pelajaran hidupku dari sesuatu yang menyenangkan maupun menyusahkan, karena semua itu adalah ibadah kita kepada sang pencipta Alloh SWT. Alangkah hinanya diri kita jika kita putus asa dalam hidup di dunia ini. Marilah kita peduli kepada sesama yang membutuhkan bak saat kita susah ataupun senang. Maafkan aku ya Alloh, berilah kesehatan kepada istri dan anakku, orang tua dan saudaraku , amien.

Sabtu – Ahad *Aku sedih tapi juga senang

Posted in Uncategorized with tags on June 21, 2009 by insanfm

Sabtu – Ahad *Aku sedih tapi juga senang

Dimulai hari sabtu pukul 18.10 wib aku sedikit senang bisa upload dan share photo lewat PDA jelekku sambil online dengan teman chatterku di negeri seberang sana. Tiba-tiba saat pindah online ke PC sang teman dari negeri seberang sana mengucapkan good bye buat teman-teman chatter termasuk aku. Saat itu juga tiba-tiba perasaanku tidak enak seakan aku kehilangan semua saudaraku, saat itu juga aku call teman-teman dan saudaraku bahwa aku kangen ingin pulang ke rumah. Ya… Seharusnya saat itu aku masih di kantor sampai besok pagi, dan biasanya aku betah di depan komputer aku meminta izin temenku untuk pulang malam itu juga. Ya..! Temen chatterku itu yang menghilang selalu menjadi pendorongku untuk terus maju dan berusaha. “bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini”…itu yang pernah aku ingat darinya. Aku minta maaf kepada semua sahabatku, saudaraku dan orang tuaku.

Sampai di rumah malam itu aku langsung bersendau gurau dengan my baby Rasha yang sudah mulai bertambah kepinterannya. Dia yang selalu membuatku tersenyum dan tertawa saat susah maupun senang. Insya Alloh aku akan menjaga babyku dan menyayagi sahabat dan saudaraku dengan baik, itulah pesan sang chatter dari negeri seberang saat perpisahan untuk aku. Ya di dunia mungkin umat manusia itu berbeda Suku Agama Ras dan Golongan, tapi ada tempat yang entah di mana kita akan hidup rukun tanpa memandang Suku Agama Ras dan Golongan dan itulah kehidupan yang hakiki dan sebenarnya kelak setelah kita meninggalkan kehidupan duniawi. Aku berharap semoga aku, istri, anak, orang tua, adek, saudara dan sahabatku semua kelak bisa berkumpul di akhirat, amien. Ya Alloh bimbinglah kami dan lindungilah kami di dunia dan di akhirat nanti, amien.

*20-21 Juni 2009 sabtu mulai pukul 18.07 wib hingga ahad 21 juni 2009 pukul 18.00 wib.

The first me like media

Posted in Uncategorized with tags on June 20, 2009 by insanfm

The first me like media

Ya sejak aku masih SD*1993 mulai kelas 5 aku mengenal yang namanya majalah dinding. Ya waktu itu aku mulai mengetik dengan mesin tik manual untuk ditempel di mading masjid. Saat itu aku sudah mengetik dengan format kolom seperti layaknya koran. Untuk foto aku belum menggunakan, karena saat itu memang aku belum punya kamera apapun. Tulisan yang aku ketik terkadang aku sisipin foto dari memotong sebuah foto yang aku anggap menarik dari sebuah koran atau majalah saat itu. Setelah selesai mengetik dan mendesain aku kemudian menfoto kopinya untuk dipebanyak kemudian dibagikan keteman-teman dan ditempel di mading masid.

Menginjak masuk SLTP*1995 saat kelas 3 SLTP aku sangat suka yang namanya mengarang dan sering membaca artikel di harian Kedaulatan rakyat yang beredar luas di kota Yogyakarta. Dan aku mulai tertarik mengirimkan sebuah tulisan ke koran. Pertama aku menulis sebuah pertanayaan singkat dengan bahasa puisu sepanjang empat baris dengan kalimat yang singkat. Dan ternyata dimuat di koran lokal saat itu. Saudara yang langganan koranpun mengetahui bahwa puisiku dimuat dan ternyata berhak mendapatkan sebuah hadiah. Setelah mengetahui itu akupun meluncur ke kantor redaksi koran tersebut dengan ditemani kakakku. Setiba di kantor pertama di jalan solo ternyata salah tempat, karena pengambilan hadiah di jalan Mangkubumi Yogyakarta. Ya 15.000 rupiah aku dapatkan saat itu saat harga bensin masih 500,- dan miayam 250,-. Uang 15.000 rupiah itu aku belikan tuner fm, ampli, adaptor dan kabel untuk merangkai sebuah radio yang kemudian radio itu aku tinggal di koprasi masjid untuk mengetahui waktu tanda berbuka puasa saat itu. Aku seneng bisa berguna bagi orang lain walau hanya sediki dan yang terpenting halal.

Menginjak masuk SMK aku benar-benar hanya fokus ke sekolah dan tidak punya kegiatan apapun. Aku merasa sendiri dan tak berart. Aku bahkan harus mengumpulkan uang sakuku untuk membayar sekolahku saat itu. Aku mengayuh sepeda hampir 50km pulang pergi selama 3 tahun. Hanya 3 kali selama 3 tahun aku naik bus ke sekolah. Jam 4 bangun, masak dan jam 5 berangkat ke sekolah dengan sepeda onthelku. Ya aku harus prihatin, karena orang tuaku hanya seorang petani desa yang miskin. Sementara ibuku sakit-sakitan mulai 1996 hingga sekarang. Sementara adikku ada 4, 2 laki dan 3 perempuan. Hingga sekarang ke lima anak-anak ini harus hidup mandiri. Da kalau bisa membantu orang tua. Sejak itulah aku mulai malas menulis dan bergelut dengan media dengan segala keterbatasan. Aku bersyukur saja.

Lulus SMK aku sempat ngangur 1 tahun kemudian dibawa kerja ke Jakarta dan pindah di Bogor*2002. Aku mulai mengirimkan sebuah foto ke tabloid MQ dan akhirnya dimuat dengan mendapatkan honor 55.000,- alhamdulillah. Ya hanya satu itu pengalaman mediaku dari 2002 hingga 2004 selebihnya sibuk dengan kerja di pabrik sebagai teknisi listrik. Tahun 2004, bulan Oktober tepatnya aku pindah kerja di Jakarta. Dan akhirnya bisa membeli kamera digital pertamaku pada 2005 untuk mengekspresikan segala moment yang ada. 2007 aku mulai memasukkan ke koran Republika dan akhirnya dimuat dengan honor 75.000,- per foto. Namun sekarang tidak ada lagi honor dari Republika. Kemudian 2008 di iwitness Metro tv, kompas tv, detik foto, kabarindonesia.com, kompas images, wikimu.com dan juga iReport di CNN. “I like citizen jurnalism” , karena aku ingin belajar jurnalistik. Aku juga suka dunia media dan broadcasting. Semoga cita-citaku tercapai, amie.